Desa Kendaga, 8 Juli 2026 — Pemerintah Desa Kendaga bersama BPD, FKD (Forum Kesehatan Desa), KPM (Kader Pembangunan Manusia), Ketua RT/RW, Kader Kesehatan, Puskesmas 2 Banjarmangu, Pemerintah Desa, serta Mahasiswa KKN UNSOED telah melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Rembug Stunting yang bertempat di Aula Kantor Desa Kendaga.
Rembug Stunting menjadi forum rutin tahunan yang dilakukan oleh pemerintah desa guna membahas dan menyusun langkah-langkah nyata dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Melalui forum ini, Kepala Desa Kendaga menyampaikan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang anak yang tidak sempurna, akibat kekurangan gizi yang terjadi sebelum usia dua tahun. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga oleh tumbuh kembang otak, sanitasi air bersih, serta minimnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan gizi anak.
Adapun empat kelompok prioritas utama dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Desa Kendaga yang mencakup remaja putri, ibu menyusui dan hamil, balita usia 0-59 bulan, dan calon pengantin.
Lebih lanjut lagi, Kepala Desa Kendaga juga menyampaikan bahwa saat ini tercatat 22 balita mengalami stunting. Sebagai bentuk penanganan, pemberian makanan tambahan (PMT) dari Puskesmas Banjarmangu maupun desa telah berjalan, meski anggarannya cukup besar sehingga tidak diuraikan secara terbuka. Camat Banjarmangu yang hadir pun turut menambahkan bahwa angka stunting Kecamatan Banjarmangu tercatat 15% sementara target penurunan stunting secara nasional adalah 20%. Dengan begitu, selain persoalan gizi, kondisi sanitasi dan lingkungan pun turut menjadi perhatian. Sejauh ini, 18 jamban telah disediakan, namun pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kadus 1 belum sepenuhnya terealisasikan karena keterbatasan anggaran, begitu pula sarana air bersih yang masih terbatas pada beberapa mata air saja. Pengelolaan sampah organik dan anorganik pun masih belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Puskesmas 2 Banjarmangu pun turut memaparkan materi dan penyampaian Survei Mawas Diri (SMD) yang mencakup tujuh indikator utama, yaitu:
Dari hasil Survei Mawas Diri (SMD) juga ditemukan hasil pendapatan yang mencatat bahwa adanya 22 balita yang mengalami stunting dan sekitar 195 balita telah mendapat layanan posyandu. Selain itu, tidak ditemukan penyakit menular di wilayah desa, namun tercatat 14 orang menderita hipertensi dan 3 orang menderita diabetes, dengan hipertensi menjadi salah satu dari lima penyakit terbanyak di Desa Kendaga. Selain itu, keluhan batuk pilek tercatat sebanyak 441 kasus dan pegal-pegal 150 kasus selama periode pendataan.
Rembug Stunting ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), yang turut menjaring 15 aspirasi masyarakat berdasarkan hasil SMD, meski tidak semuanya dapat diakomodasi karena keterbatasan dana desa. Dari keseluruhan hasil MMD, teridentifikasi beberapa permasalahan kesehatan di Desa Kendaga, di antaranya keterbatasan kelas ibu hamil, masalah pada remaja, usulan pembangunan gedung Pos Kesehatan Desa (PKD), stunting, pengelolaan sampah, jamban sehat, kebiasaan merokok, serta rendahnya jumlah kunjungan balita ke posyandu. Dari berbagai permasalahan tersebut, disepakati empat prioritas kesehatan untuk ditindaklanjuti, yaitu penanganan stunting, jambanisasi, pengelolaan sampah, dan pembangunan gedung Pos Kesehatan Desa (PKD).